Perusahaan Ternama yang Berdiri di Indonesia – Perusahaan terbesar di Indonesia kerap jadi incaran para jobseeker, terlebih fresh graduate. Tidak hanya terkenal, perusahaan tersebut juga memiliki pendapatan yang sangat tinggi. Tak ayal jika persaingan untuk bisa masuk ke perusahaan slot server thailand tersebut sangatlah ketat. Berikut daftar perusahaan terbesar di Indonesia dengan pendapatan fantastis seperti dikutip dari majalah Fortune. Di Indonesia, ada banyak perusahaan yang berdiri dalam melayani kebutuhan masyarakat. Baru-baru ini majalah Fortune Indonesia merilis daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut dipilih bukan hanya berdasarkan pendapatannya, melainkan juga dengan penilaian mengenai performa perusahaan.
PT PLN (Persero)
PLN memegang posisi starlight princess kedua setelah Pertamina sebagai perusahaan terbesar di Indonesia. PLN berhasil memperoleh pendapatan hingga Rp 368,174 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 13,128 triliun. Di samping itu, aset yang dimiliki PLN sendiri pada tahun 2021 mencapai Rp 1.613 triliun. Hal ini membuatnya menjadi perusahaan dengan aset terbesar ketiga. Ekuitas PLN juga terbilang sangat besar melebihi milik Pertamina, yakni Rp 980,597 triliun.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)
Perusahaan selanjutnya yang menempati urutan kelima sebagai perusahaan terbesar di Indonesia adalah Telkom Indonesia. Pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan ini mencapai Rp 143,210 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 24,760 triliun. Aset yang berhasil diperoleh pun mencapai Rp 277,184 triliun dan nilai ekuitasnya Rp 121,646 triliun. Menurut pihak Telkom sendiri, menutup paruh pertama tahun 2022 ini mereka sudah membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 72 triliun, yang artinya angka ini meningkat 3,6% dibandingkan periode semester I-2021. Laba bersih sekarang juga menunjukkan angka Rp 13,3 triliun atau bertumbuh 6,9% yoy.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
Salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yakni PT Gudang Garam dinobatkan menjadi perusahaan terbesar dengan pendapatan tertinggi nomor tujuh. Pendapatan yang diperoleh mencapai Rp 123,881 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 5,605 triliun. Aset yang dimiliki pun bernilai Rp 89.964 triliun dan ekuitasnya sebesar Rp 59,288 triliun. Sayangnya, pada kuartal pertama di tahun 2022 ini pendapatan PT Gudang Garam naik tipis, sehingga menyebabkan labanya susut hingga 59,37%. Dilansir dari laman liputan6.com, perusahaan ini hanya mampu mencatat pendapatan hingga Rp 61,67 triliun. Jika dibandingkan dengan slot spaceman tahun lalu yang berjumlah Rp 60,56 triliun, jumlah ini hanya meningkat 1,8% saja. Laba yang diperoleh pun juga kecil hanya Rp 956,14 miliar.
MIND.ID
Posisi terakhir ditempati oleh MIND.ID, perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Perusahaan ini mencatat pendapatan hingga Rp 93,751 triliun dengan laba bersih mencapai Rp 10,395 triliun. Aset yang dimiliki oleh MIND.ID bernilai hingga Rp 204,935 triliun dan ekuitas perusahaannya sebanyak Rp 70,025 triliun. Berdasarkan press release MIND.ID, pada kuartal pertama tahun ini MIND.ID berhasil mencatat laba bersih konsolidasian sebesar Rp 6,74 triliun, dimana jumlah ini naik 319% dibandingkan periode yang sama sebelumnya yakni Rp 1,61 triliun. Pendapatan yang diperoleh pun mencapai Rp 26,96 triliun, meningkat 41% dari Rp 19,15 triliun.
PT Pertamina (Persero)
Pertamina menjadi perusahaan yang menempati urutan pertama sebagai perusahaan terbesar di Indonesia pada tahun 2022. Pertamina ini mencetak pendapatan yang fantastis yakni mencapai Rp 820,650 miliar pada tahun 2021. Secara tidak langsung pendapatannya ini mengalami pertumbuhan hingga 38.68%.Dari jumlah tersebut, laba bersih yang berhasil didapatkan oleh Pertamina adalah Rp 29,191 miliar. Secara perhitungan laba, jumlah ini lebih kecil dari miliki BCA dan BRI, sehingga membuat Pertamina berada di urutan ketiga. Selain itu dilansir dari CNBC Indonesia, raksasa minyak dan gas Indonesia ini juga mempunyai aset yang bernilai Rp 1.113 triliun dengan ekuitasnya mencapai Rp 442,257 triliun. Karena hal ini, Pertamina menempati posisi kedua setelah PT PLN dengan ekuitasnya sebesar Rp 980,597 triliun.