Jepang Dukung Indonesia Masuk OECD – Hubungan kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang makin di perkuat melalui beragam forum internasional, layaknya Indo Pasific-Economic Framework for Presperity (IPEF), Indonesia-Japan slot server kamboja no 1 Economic Partnership Agreement (IJEPA), dan ASEAN-Jepang Comprehensive Economic Partnership Agreement (AJCEPA).
Pada akhir th. 2023 lalu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida resmikan KTT Peringatan 50 Tahun Kemitraan ASEAN-Jepang di Tokyo, menandai lima dekade kolaborasi yang sukses melindungi stabilitas, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi di kawasan.
Untuk turut merealisasikan program-program kerja sama pada kedua negara tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita laksanakan pertemuan bilateral bersama Chief Cabinet Secretary Jepang Mr. Hayashi Yoshimasa.
Saat ini Indonesia sedang laksanakan proses aksesi di dalam bagian penyusunan initial memorandum didalam wujud penyelarasan instrumen kebijakan bersama standar OECD melalui asesmen independen bersama target penyelesaian akhir th. 2024. Kementerian Perindustrian bakal terlibat sebagai keliru satu dari K/L Penangung Jawab Bidang selaku mitra kerja 26 Komite OECD di dalam proses aksesi secara resmi.
Masih di dalam rangka peningkatan kerja sama di dalam kawasan, Menperin juga menimbulkan Jepang untuk slot gacor maxwin berpartisipasi di dalam ASEAN Statesperson Forum di Bali terhadap 29 Juli mendatang. Kegiatan ini sedia kan kerangka kerja untuk melalui tatap wajah pada para pemimpin saat ini dan era depan di kawasan.
Menperin Ingin Makin Banyak Orang Indonesia Bisa Punya Mobil
Sebelumnya, Indonesia dan Jepang saling menopang dan sama-sama memetik keuntungan di dalam kerja sama di sektor industri. Jepang merupakan keliru satu negara yang mempunyai sejarah yang panjang di dalam menopang industrialisasi di Indonesia bersama membawa investasi sektor industri manufaktur ke didalam negeri. Di sisi lain, Jepang menilai Indonesia sebagai negara yang penting di dalam rantai pasok industri.
Hal selanjutnya mengemuka terhadap pertemuan pada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri (METI) Jepang Mr. Ken Saito di Tokyo, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga : Bank Jatim Raih Penghargaan Bisnis Positif dan Layanan Prima
Dalam peluang tersebut, Menperin memberikan sebagian isu penting yang harus di bahas bersama METI di dalam rangka tingkatkan kerja sama Indonesia dan Jepang di sektor industri.
Pertama, mengenai bersama transisi energi. Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida udah mengkaji proyek prioritas di bidang transisi energi di dalam kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC) terhadap Desember 2023 lantas di Jepang.
Menperin mencatat ada pertumbuhan mengenai implementasinya agen baccarat dan menyongsong baik beberapa langkah yang udah di tempuh.
Kerja Sama Bidang Otomotif
Selanjutnya, isu ketiga yang di sampaikan oleh Menperin adalah tentang kerja sama di bidang otomotif. Menperin memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan otomotif Jepang yang hingga saat ini tetap laksanakan kegiatannya bersama baik dan positif, juga di dalam laksanakan pendalam susunan bersama melibatkan IKM di dalam ekosistem produksi otomotif di Indonesia.
Melihat suasana yang positif tersebut, Menperin mendorong peningkatan kerja sama untuk berpartisipasi didalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain itu, Menperin juga memaparkan peluang besar kepada industri otomotif Jepang untuk berpartisipasi isi gap consumption per capita untuk produk otomotif.
“Saat ini rasio kepemilikan kendaraan roda empat di Indonesia adalah 99 mobil/1.000 penduduk. Saya percaya slot bonus new member 100 di awal to 7x di dalam saat tidak terlalu lama dapat di dorong untuk menggapai 150/1000. Karenanya, aku mengharapkan produk mobil dari Jepang dapat isi gap tersebut,” papar Menperin.
Isu keempat adalah tentang kerja sama di bidang pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk tingkatkan kuantitas SDM kompeten di bidang industri,
Menperin memaparkan rencana pertukaran SDM industri pada Indonesia-Jepang, supaya SDM industri asal Indonesia dapat mendapat pelatihan tertentu di Jepang, supaya mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik.